Kades di Batang Bikin Tepuk Jidat Tak Puas Embat Dana Banprov, Duit Ambulan Juga Disikat

Kades di Batang Bikin Tepuk Jidat Tak Puas Embat Dana Banprov, Duit Ambulan Juga Disikat
Mobil ambulan desa yang sudah digadaikan oleh Kades Mojotengah kepada Kades Sukomangli, Kamis (6/3)

SATGASMAFIA.COM, BATANG – Kelakuan Kepala Desa (Kades) Mojotengah, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang ini bikin tepok jidat. Pasalnya disaat masih menjalani pemeriksaan kasus proyek bantuan provinsi (banprov) yang mangkrak dan mencari uang pengganti malah nekat gadai mobil ambulan desa yang kerap dimanfaatkan warga untuk layanan kesehatan.

Kesaksian salah satu warga yang meminta identitasnya tidak diungkap mengatakan kalau keberadaan ambulan desa selama dua bulan terakhir terpantau berseliweran di Desa Sukomangli yang masih satu kecamatan sudah berpindah tangan.

“Informasi yang diterima mobil ambulan sudah digadai ke Kades Sukomangli, sekarang mobil tersebut ada di Desa Sukomangli,” ujarnya kepada awak media, Kamis 6 Maret 2025.

Dengan tidak adanya layanan mobil ambulan desa membuat warga setempat geger dan merasa kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan ke Puskesmas maupun rumah sakit yang jaraknya lumayan jauh.

Warga berharap kasus yang menimpa Kades Mojotengah jangan sampai mempengaruhi pelayanan ke masyarakat, pasalnya belum rampung kasus penyelewengan banprov, sudah muncul lagi kasus lainnya yakni gadai mobil ambulan desa.

“Kemarin perkara banprov kini malah bertambah kasus gadai mobil ambulan desa, rakyat semua yang menjadi korbannya,” jengkelnya.

Ia pun meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap kasus yang terjadi di Desa Mojotengah, sebab persoalan tersebut terkesan berlarut-larut tanpa kejelasan pasti penyelesaiannya.

Terpisah Kades Sukomangli, Wahyudi membenarkan kalau mobil ambulan milik Desa Mojotengah sudah dua bulan ada pada dirinya dan sudah digadaikan oleh rekannya sesama kades. Ia pun mengungkap urusan gadai berawal dari dua tahun yang lalu di mana dirinya menerima gadai sebesar Rp 70 juta dengan jaminan mobil milik Kades Mojotengah.

“Saya baru tahu kalau mobil itu milik rental dan tidak menjadi persoalan karena selain pemilik aslinya tahu, juga saat itu setoran bulanan Kades Mojotengah ke rental masih lancar,” terangnya.

Belakangan setoran bulanan ke pemilik rental diketahui mengalami macet lalu pemiliknya menagih pembayaran kepada dirinya sehingga membuat jengkel, lalu ia meminta kepada Kades Mojotengah untuk mengembalikan mobil rental tersebut ke pemiliknya.

Sebagai jaminan pengganti, dirinya diberikan Honda Brio. Setelah mendapatkan jaminan mobil pengganti urusan bertambah ruwet lantaran Honda Brio yang ia pakai dihentikan pihak leasing karena menunggak cicilan.

“Saya baru tahu kalau Honda Brio milik Kades Mojotengah ternyata atas nama orang lain yang merupakan waga desanya dan yang membuat jengkel Honda Brio tersebut diambil lalu digadaikan ke orang lain, sementara saya diberikan lagi jaminan pengganti berupa mobil ambulan desa,” kata Wahyudi kesal.

Di sisi lain Kades Mojotengah saat dihubungi melalui sambungan telepon tidak aktif dan kantornya pun dalam keadaan kosong atau sepi. Kasus ini menyita perhatian publik karena proses hukum perkara penyelewengan banprov masih berjalan dan bertambah satu kasus lagi yang membuat warga resah dengan keadaan seperti itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *