SATGASMAFIA.COM, BATANG – Seorang pekerja migran Indonesia bernama Ribut Uripah (56) asal Desa Candirejo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang ditemukan terlantar selama belasan tahun di Malaysia. Keterangan dari pihak keluarga bahwa yang bersangkutan bertahan hidup di tengah hutan di wilayah Selangor.
Misni (60) kakak ipar dari Ribut Turipah menuturkan bahwa adiknya tersebut berangkat bekerja ke Malaysia sejak 2006 meninggalkan seorang anak perempuan satu-satunya yang saat itu masih kecil. Pada satu tahun pertama adiknya itu masih sempat berkirim kabar bahkan mengirimkan uang.
Namun setelah itu tidak terdengar lagi kabarnya dan pihak keluarga pun kehilangan kontak hingga 19 tahun lamanya dan baru Rabu malam mendapat kabar setelah diperlihatkan informasi tentang adiknya itu viral di media sosial.
Kabar ditemukannya Ribut Uripah membuat keluarga gembira dan bersyukur kerabatnya tersebut dalam keadaan sehat serta masih mengingat keluarganya terutama anak semata wayangnya yang ada di Indonesia.
“Tadi pagi sudah telpon vidio, alhamdulillah masih ingat kakaknya dan anaknya. Beliau ngomong kalau pingin pulang ke Indonesia karena kangen ingin berkumpul dengan keluarganya,” ujar Misni saat ditemui di rumahnya, Kamis 6 Maret 2025.
Menurut Misni, pihak keluarga tidak menyangka masih diberi kesempatan untuk bisa bertemu kembali dengan Ribut Uripah yang selama ini disangka sudah meninggal dunia sehingga sempat digelar tahlilan dan didoakan di setiap kesempatan.
“Kami keluarga selalu berdoa dan menggelar tahlilan setiap saat. Sebelumnya kami juga sudah berupaya mencari tahu keberadaan Ribut Uripah mulai dari kantor yang memberangkatkan namun ternyata sudah tutup hingga meminta bantuan orang pintar alan tetapi tetap tidak ketemu,” katanya.
Sementara itu Kepala Desa Candirejo, Akhmad Musafak mengungkapkan proses penemuan warganya itu bermula dari unggahan di media sosial yang menginformasikan keberadaan Ribut Uripah di hutan Klang, Selangor, Malaysia. Akun media sosial itu milik warga Kota Medan.
Setelah unggahan itu viral dan dicek kebenarannya maka bersama Forkopincam Kecamatan Bawang dan pemerintah daerah Kabupaten Batang serta dibantu oleh anggota DPR RI Komisi III Yoyok Riyo Sudibyo berkoordinasi dengan pemilik akun serta satu warga Bawang yang juga bekerja di dekat lokasi.
“Tadi siang jam 11 saya dikabari bahwa ibu Ribut Uripah sudah dievakuasi dari hutan dan saat ini sudah berada di Kantor KBRI. Kondisi ibu Ribut Uripah yang sudah berganti identitas bernama Sakinah Anggraini juga dalam keadaan sehat dan baik, itu bukan nama samaran tapi mungkin lebih ke suatu hal saat bekerja di Malaysia” jelasnya.
Kemudian pihaknya di sini langsung bekerja sama membuatkan dokumen kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga dan paspor sebagai syarat mengurus kepulangan warganya tersebut. Rencananya Ribut Uripah akan dipulangkan pada pekan depan.
“Kami dari pihak desa rencananya akan berangkat ke Jakarta mendampingi keluarga unti menjemput ibu Ribut Uripah. Semoga dalam minggu ini KBRI sudah bisa memulangkan ibu Ribut Uripah,” tukasnya.