Mengaku Laporan ke Polisi Ditolak, Wanita Muda di Kota Pekalongan Mengadu ke Damkar 

Mengaku Laporan ke Polisi Ditolak, Wanita Muda di Kota Pekalongan Mengadu ke Damkar 
Rindika Putri saat melapor ke Kantor Damkar Kota Pekalongan, Jum'at (14/3).

SATGASMAFIA.COM,KOTA PEKALONGAN – Mengaku menjadi korban penipuan seorang perempuan muda warga Kota Pekalongan bernama Rindika Putri nekat membuat laporan ke pemadam kebakaran (damkar). Korban sebelumnya tertipu pembelian sepeda listrik di wilayah Pemalang dan sempat membuat laporan ke polres setempat namun ditolak.

“Mulanya saya tertarik membeli sepeda listrik setelah melihat iklan market place di Facebook karena murah. Setelah saya hubungi mereka bilangnya itu sepeda baru bukan bekas seharga Rp 1,65 juta kemudian meminta ditransfer,” ujarnya di kantor damkar Kota Pekalongan, Jum’at 14 Maret 2025 malam.

Setelah dirasa cocok dengan harga sepeda listrik tersebut, ia pun mentransfer uang sebanyak dua kali sebagai tanda jadi sebesar Rp 150 ribu dan Rp 300 ribu sehingga totalnya Rp 450 ribu.

Fitri mengaku memerlukan sepeda listrik untuk mengantar pesanan maupun menawarkan dagangannya berupa kue nestar sehingga dirinya menyepakati harga yang ditawarkan oleh pihak toko di Pemalang.

“Setelah uang masuk, saya diberikan nota pembelian sepeda listrik melalui What’s App. Pihak pemasang iklan lantas meminta saya untuk mengambil sepeda di Pemalang dengan membawa uang pelunasan,” katanya.

Kemudian tanpa menaruh curiga, korban pergi ke alamat toko sepeda listrik di Pemalang. Sesampainya di toko yang dituju korban kaget lantaran nota bukan berasal dari karyawan toko yang dimaksud. Bahkan pihak toko memberikan penjelasan bahwa sudah ada lima orang yang menjadi korban.

Merasa tidak mendapatkan solusi, korban disarankan untuk menghubungi polsek atau Polres Pemalang guna membuat laporan. Korban pun menuruti saran tersebut namun sayangnya ditolak, malah oleh salah satu petugas korban ditawari kue nestar.

“Laporan saya tidak diterima malah justru ditawari membeli kue nestar milik petugas. Saya jadi bingung mau lapor ke mana lagi, lalu akhirnya saya menelpon damkar Kota Pekalongan untuk curhat,” ungkap Fitri.

Sesampainya di Kantor Damkar Kota Pekalongan korban diterima petugas piket. Korban lalu mencurahkan uneg-unegnya dan berharap uangnya bisa kembali lantaran sangat besar baginya. Uang tersebut bisa digunakan untuk modal membuta kue nestar.

“Saya merasa plong aduan saya ditanggapi dengan baik oleh petugas damkar. Saya berterima kasih sudah diterima. Setelah laporan pertama ditolak saya langsung kepikiran untuk pergi ke damkar,” ucapnya.

“Tadi curhat, biar plong. Ini sudah sedikit plong, karena ditanggapi petugas damkar,” jelasnya.

Sementara itu petugas Damkar Kota Pekalongan Yudha Wijaya menuturkan korban menangis setelah menceritakan kronologi kejadian yang dialami, pihaknya lantas menenangkan korban yang merasa kehilangan uang yang cukup besar hasil usaha.

Ia menyebut sudah kerap menerima laporan warga yang ingin mengadukan masalahnya ke damkar. Tidak hanya laporan akan tetapi banyak juga yang curhat dan pihaknya berusaha menanggapinya dengan baik.

“Biasanya kami berikan pengertian dan kami berusaha untuk tidak menolak permintaan tolong dari warga. Kami selain memadamkan api, juga kerap menangani insiden seperti membuka cincin di jari, evakuasi hewan liar sampai sekedar mendengarkan curhatan warga,” jelasnya.

Merasa kasihan dengan kondisi korban, petugas damkar lantas berinisiatif patungan dengan sejumlah wartawan yang mengabadikan kejadian tersebut dan terkumpul uang yang cukup untuk mengganti kerugian korban.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *