Puluhan Nasabah Geruduk BMT Matra di Jalan Gatot Subroto Banyurip Kota Pekalongan

Puluhan Nasabah Geruduk BMT Matra di Jalan Gatot Subroto Banyurip Kota Pekalongan
Puluhan anggota maupun nasabah BMT Matra Pekalongan menggeruduk kantor setempat setelah dana tabungan Sifitri tidak bisa dicairkan, Senin (24/3).

SATGASMAFIA.COM KOTA PEKALONGAN – Kasus koperasi gagal mencairkan dana milik anggotanya kembali terjadi di Kota Pekalongan. Akibatnya Kantor Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPPS) Maju Sejahtera atau BMT Matra di Jalan Gatot Subroto, Banyurip, Kecamatan Pekalongan Selatan itu pun digeruduk puluhan anggota maupun nasabah.

Salah satu korban, Milkha (63) warga Kertijayan, Pekalongan mengungkapkan dirinya memegang sembilan rekening yang semuanya titipan orang lain sejumlah Rp 21,8 juta. Dari sembilan rekening tersebut yang sudah cair ada enam dan tiga lainnya belum bisa keluar.

“Harusnya tabungan Sifitri sudah keluar pada Juni 2024 namun sampai sekarang belum bisa cair. Kalau punya saya dijanjikan keluar pada 17 Maret 2025 kemarin, ini sudah terlambat,” katanya saat menunggu kejelasan di Kantor BMT Matra, Senin 24 Maret 2025.

Dari data yang dihimpun jumlah dana tabungan Simpanan Idul Fitri atau Sifitri milik 2000 anggota atau nasabah yang belum bisa dicairkan oleh manajemen BMT Matra diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.

Sedangkan jadwal pencairan tabungan Sifitri tersebut seharusnya sudah bisa diterima oleh anggota maupun nasabah pada 17 Maret 2025 lalu. Hingga Kantor BMT Matra digeruduk puluhan anggota maun nasabah pada hari belum juga bisa dicairkan.

Dari pantauan, pihak manajemen BMT Matra hanya menempelkan pengumuman yang berisi permintaan maaf kepada anggota maupun nasabah bahwa pencairan tabungan Sifitri akan dimulai pada 24 Maret 2025. Namun ketika ramai didatangi anggota maupun nasabah tabungan yang dimaksud tetap belum bisa dicairkan.

Atas kegaduhan tersebut pihak manajemen lantas meminta tambahan waktu hingga tiga bulan ke depan untuk menyelesaikan pencairan tabungan Sifitri millik seluruh anggota maupun nasabah.

Ketua BMT Matra Rofiqur Rusdi saat menemui anggota menjelaskan kendala yang sedang dihadapi oleh pihak manajemen adalah kekurangan dana segar untuk membagikan tabungan Sifitri.

“Sebenarnya kalau tabungan Sifitri sebagian sudah dicairkan pada 3 Maret kemarin jumlahnya separuh lebih, namun memang masih ada sisa yang belum klir karena memang kita masih kurang dana,” jelasnya.

Rusdi mengungkap kekurangan dana yang dimaksud disebabkan oleh pembiayaan yang belum tertagih dari para peminjam serta adanya penarikan dana cukup besar oleh anggota, sehingga kondisi arus kas koperasi terganggu.

“Tadi sudah dibicarakan dengan perwakilan, kita minta waktu tiga bulan untuk menyelesaikan. Kita akan lakukan berbagai upaya, diantaranya menjual aset, menagih, dan lain sebagainya. Kita juga akan mencari dana talangan,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *